Program Kartu Prakerja dinilai sukses membantu peningkatan skil dan reskiling sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Oleh karena itu program ini akan dilanjutkan meski Indonesia sudah berganti presiden.
- Berlaku Bulan Ini, Pelat Nomor Putih Akan Diprioritaskan ke Kendaraan Baru
- Anies Imbau Orang Tua Ajak Anak-anaknya Melihat Langsung Prosesi Ibadah Kurban
- Jalan Pagi Bersama Dokter Gigi dan Polwan, Saleh Husin: Tidak Terasa Sampai 11 Kilometer
Baca Juga
"Ini akan diteruskan, dilanjutkan termasuk tahun depan anggarannya sudah ada," ujar Presiden Joko Widodo saat menghadiri Temu Alumni PraKerja di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/6).
Klaim keberhasilan Jokowi tersebut didukung oleh hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bila program kartu Prakerja mendapat respon positif dari masyarakat luas.
"Dalam survei BPS, memang di situ jelas sekali 88,9 persen para peserta mengaku mendapat manfaat berupa keterampilan yang lebih baik atau keterampilan baru," paparnya.
"Ini penting data presentase 89,9 persen adalah sebuah apresiasi sangat tinggi," sambung mantan Walikota Solo ini.
Meski begitu, Jokowi meminta kementerian terkait untuk mengevaluasi program Pra Kerja yang sudah memberikan manfaat kepada 12,8 juta dari total 32 gelombang yang sudah terlaksana.
"Yang paling penting sekarng ini dievaluasi dulu, ada koreksi-koreksi. Mengenai anggaran nanti disesuaikan dengan APBN yang ada. Tapi yang jelas dalam pengembangan SDM negara kita ini sangat baik," demikian Jokowi.
- DPRD Bogor Temukan Sarana Layanan Publik Tak Layak Pakai
- Bawaslu Kabupaten Bandung Temukan 534 Orang Dicatut jadi Pendukung Bakal Calon DPD
- Tidak Minta Anggaran, KPU KBB Ajukan Fasilitas Penunjang Kerja ke Pemerintah